Rabu, 17 November 2010

Mengenal Islam dengan Sejarah

Tidak mungkin orang dapat mengenal Islam dengan baik,
Jika tidak mengenal sejarah orang yang membawa Islam.
Itulah kutipan sampul luar dalam buku yang ditulis oleh M. Haekal.


Karena tak ada teman yang menghampiri dipersinggahanku, juga tak ada orang yang istimewa yang bersemayam di dalam dadaku, dan karena belum ada sahabat sejati yang mengisi disetiap kesendirianku. Sore selepas kerja, waktuku banyak kuhabiskan tuk membaca dan menulis. Dan kali ini buku yang saya baca adalah buku Sejarah Hidup Muhammad Saw. yang ditulis oleh ilmuwan Mesir bernama Muhammad Haekal.


Sebenarnya sejak kelas 1 MTs saya pernah dikasih pelajaran tentang sejarah nabi Muhammad Saw, namun sejarah itu hanya baru sebatas cerita ringkas.
Dan baru kali ini, setelah saya menjadi sarjana strata satu dalam bidang hukum syariah dan hokum nasional, saya baru mendalami secara mendetail dan mungkin medalam tentang kehidupan nabi Muhammad saw. Mulai tentang kelahiran beliau– masa anak-anak – waktu turunnya wahyu pertama kemudian wahyu-wahyu selanjutnya – perjuangan – hingga wafat beliau.


Dan dalam perjalanan hidup beliau ditiap waktunya tak lepas dari pergerakkan, perjuangan dan pemberdayaan.


Dalam segi kemasyarakatan dan budaya pribadi beliau begitu santun, begitu tinggi budi pekertinya, begitu cerdas dan brilian ide-idenya. Ia Benar-benar manusia sempurna yang pernah ada didunia. Sehingga sangat pantas jika Allah menjadikan Muhammad sebagai suri tauladan bagi umat manusia.
****

Adanya agama Islam, tersebarnya Islam sampai ke negeri ini, dan semua manusia diseluruh penjuru dunia yang memeluk agama Islam tak lepas dari seseorang yang bernama Muhammad. Karena muhammadlah Islam dapat tersebar keseluruh penjuru dunia. Termasuk
Indonesia
.
Tapi tersebarnya Islam sampai kepelosok-pelosok penjuru dunia tak lepas dari perjuangan dan kerja keras. Berkat perjuangan dan kerja keras beliau serta rahmat dan pertolongan Allah, Islam dapat tersebar. Sehingga nama beliau disetiap waktu disetiap detik selalu disebut oleh jutaan umat manusia, setiap waktu orang memuji beliau dan mendambakan kelak dapat berjumpa dengannya.
***

Kita tau,
Semenjak awal penyebaran agama Islam, nyawa beliau terancam 24 jam.
Suku quraisy selalu mengawasi gerak geriknya,
Yang semula mereka menghina, memaki, mencerca, mengancam,
kemudian mereka hendak membunuhnya dengan perencanaan yang sempurna.
Namun semua itu dihadapinya dengan sabar dan lapang dada.
Akhirnya Allah mengirimkan sahabat-sahabat yang setia
Seperti Abu baker, ali, usman dan umar
Mereka itulah sahabat sejati yang selalu menemani perjalanan nabi.


Sebagaimana Isa, Musa, Ibrahim….,
nabi-nabi itu menyebarkan agama tauhid dengan damai dan santun
Muhammad pun demikian,
beliau menyebarkan Islam dengan akhlak mulia dan damai.
Bukan dengan pedang.
Tidak sama sekali.
Klo pun ia mengangkat pedang,
Itu karena ingin menghancurkan budaya dan system social yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,
Karena jiwa, agama dan hartanya terancam.
dan juga karena mereka mengkhianati perjanjian.
Semua itu terlihat jelas dalam kronologi perang badar, perang uhud, perang tabuk, perang khandaq, perang hunain,
Dalam perang-perang itu hanya dalam perang uhudlah Muhammad dikalahkan.
Kekalahan pada perang uhud, tak membuat semangatnya surut.
Di tetap gigih berjuang untuk menegakkan syariat Islam
menjalankan apa yang telah di wahyukan Tuhan
Hingga akhirnya setiap musuh yang menyerang dapat dibinasakan.
Sehingga akhirnya tercipta perdamaian.
Sebagaimana dalam peristiwa fathul makkah/pembebasan
kota
mekkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar